Belajar dari Rasa Malu

 



Bagi saya, manusia itu memang perlu belajar dari pengalaman di masa lalu. Khususnya, pengalaman di masa lalu yang membuat malu.

Seperti halnya yang terjadi dengan saya di hari ini. Entah sudah keberapa kalinya saya membuat malu diri sendiri. Sampai-sampai, rasanya saya ingin sekali hilang dari ingatan semua orang.

Sebetulnya, pengalaman memalukan yang saya alami selalu berputar-putar di satu persoalan saja: masalah interaksi dengan orang lain.

Yah…memang boleh diakui bahwa saya kurang andal dalam bersosialisasi.

Papasan dengan teman, gak berani nyapa.

Ngelewatin orang tua, ragu-ragu bilang “punten”.

Salah tingkah dikit, malah langsung lari terbirit-birit. (makin terlihat salting-nya)

Itu semua terjadi bukan hanya hari ini saja, tapi sudah berlangsung sejak usia saya beranjak remaja.

Namun sejujurnya, saya pun tahu bahwa ketakutan-ketakutan itu hanya lintasan pikiran tak berarti. Gak mungkin juga, kan orang lain buang-buang waktu hanya untuk memperhatikan tingkah saya yang gak karuan itu? Gak mungkin pula orang lain menyadari kecanggungan saya yang sebetulnya tidak terlalu tampak.

Oleh karenanya, di malam yang sunyi ini saya berusaha menarik napas panjang sembari merelakan hal-hal memalukan yang telah terjadi. Sulit memang untuk melupakannya. Tapi setidaknya, saya jadi belajar untuk tidak terlalu banyak berpikir tentang penilaian orang lain.

Posting Komentar

0 Komentar