Saat itu,
pada bulan Agustus akhir, saya mencoba untuk membuat sebuah video melalui
aplikasi TikTok atas dasar keinginan untuk berpartisipasi dalam “Prabu
Challenge”. Kebetulan saat itu saya sedang ‘semangat-semangat’-nya membuat
video, saya pun menikmati setiap proses yang saya lalui dalam membuatnya.
Akhirnya, saya pilih tema “Budaya Respect” dan video itu berhasil diunggah di
akun Instagram pribadi saya pada hari Sabtu, 22 Agustus.
Tak
disangka, ternyata saya mendapat banyak komentar positif di unggahan tersebut.
Jumlah tayang nya pun cukup fantastis bagi saya, yaitu 185 kali tayang. Ya.
Cukup ‘fantastis’ bagi seseorang yang bahkan jumlah following
Instagram-nya lebih banyak daripada jumlah followers-nya. Hal itu
membuat saya cukup yakin bahwa saya punya kemampuan untuk menghibur banyak
orang, walau hanya dengan sebuah video berdurasi enam puluh detik. Setidaknya,
ada satu kelebihan yang saya sadari saat ini. Walau hanya satu, mungkin aja ada
seribu kelebihan lainnya yang tak tampak karena tertutup oleh rendah diri yang
saya rasakan.
Hmm,
mungkin sudah cukup saya mengoceh lewat tulisan yang saya ketik di Sabtu malam
ini. Semoga ada manfaatnya untuk kalian wahai pembaca blog pribadi, maupun
untuk saya sendiri.
Malam-malam di Bogor Selatan,
19
September 2020.


0 Komentar